Contoh Kartu Pos Asli Indonesia

adalah lembaran yang biasanya terbuat dari selembar kertas tebal atau karton tipis yang berbentuk persegi panjang dan biasanya digunakan untuk mengirim pesan tulisan. Kartu pos dikirimkan  tanpa amplop dan dibandrol dengan harga yang relative lebih murah daripada surat biasa yang menggunakan perangko.

Kartu pos yang kita kenal saat ini telah mengalami banyak proses perkembangan sejak jaman dahulu hingga saat ini. Produksi kartu pos berkembang antara tahun 1800-an dan awal 1900-an. Kartu pos cepat populer karena menjadi salah satu pilihan berbagi kabar secara cepat. Berikut ini adalah sejarah umum singkat dari kartu pos di dunia.

 Periode sebelum munculnya kartu pos (1848-1870)

Pada tanggal 27 Februari 1861, Kongres Amerika Serikat mengesahkan tindakan yang memungkinkan kartu dicetak pribadi, dengan berat dibawah 1 ons yang dikirim melalui pos. Carlton adalah pihak pertama yang memiliki hak cipta produksi kartu pos pertama di Amerika.

Periode Pemerintahan (1870-1898)

Pada tahun 1870, Hymen Lipman L. mulai penerbitan kembali kartu pos Charlton dengan nama baru Lipman di Kartu Pos. Pada 8 Juni 1872 muncul undang-undang yang mensaratkat bahwa produksi kartu pos adalah oleh Pemerintah. Kartu pos yang diproduksi pemerintah pertama dikeluarkan pada tanggal 1 Mei 1873.

Periode Swasta (1898-1901)

Pada 19 Mei 1898, Pemerintah menyetujui tindakan yang memungkinkan perusahaan percetakan swasta untuk memproduksi kartu pos.

Periode Pengukuhan Kartu Pos (1901-1907)

Pada Desember 1901, diterbitkanlah aturan yang memungkinkan penggunaan kata “Kartu Pos” san bukan lagi surat kilat.

Periode Monoton (1915-1930)

Sepanjang sejarah kartu pos awal, printer Jerman mendominasi pasar dalam pencetakan kartu pos. Namun, pada awal Perang Dunia I, printer Amerika memasok sebagian besar kartu pos di Amerika Serikat. Printer Amerika tidak memiliki teknologi secanggih printer Jerman, sehingga kualitas kartu pos yang tersedia sangat jelek, dan orang-orang kehilangan minat untuk menggunakannya, hal ini secara efektif mengakhiri “Golden Age” dari kartu pos.

Periode Linen/ kain (1930-1945)

Pada tahun 1930-an, proses pencetakan baru memungkinkan printer untuk menghasilkan kartu pos dengan kualitas premium, yang memungkinkan kartu pos untuk dicetak pada kain, bukan kertas. Printer yang paling menonjol dari periode ini adalah Curt Teich & Co, yang dicetak kartu linen pertama pada tahun 1931, dan yang kartu pos menjadi populer di seluruh dunia.

Periode Fotokrom (1945-sekarang)

Kartu pos dengan gaya fotokrom modern pertama muncul pada tahun 1939 ketika Perserikatan minyak dunia mulai memperkenalkan ke dunia barat. Produksi kartu pos melambat selama Perang Dunia II karena kekurangan pasokan, tapi setelah perang, kartu pos malah mendominasi pasar. Kartu pos fotokrom memiliki warna dan gambar yang mirip dengan foto. Saat ini kartu pos biasanya dibeli hanya sebagai oleh-oleh, sangat jarang digunakan untuk berkomunikasi.

Contoh kartu pos Indonesia yang beragam,

 

Leave a comment

0 Comments.

Leave a Reply


[ Ctrl + Enter ]

*