Surat Keterangan Hibah Tanah Adat Kepada Pemerintah

Hibah adalah penyerahan kepemilikan suatu barang dari suatu pihak kepada pihak lain tanpa imbalan apa pun. Hibah bisa terjadi antar perseorangan, perseorangan dengan lembaga, atau antar lembaga. Suatu transaksi hibah dapat terjadi dengan adanya ijab dan kabul. Ijab dalam hibah dapat dinyatakan dengan kata-kata, tulisan, atau isyarat, yang mengandung arti beralihnya kepemilikan harta secara cuma-cuma. Kepemilikan menjadi sempurna setelah barang hibah diterima oleh penerima hibah. Penghibah dengan menyerahkan barang dianggap telah memberi izin kepada penerima hibah untuk menerima barang yang diserahkan sebagai hibah.

Apabila penghibah telah memberi izin dengan jelas untuk penerimaan barang hibah, maka penerima berhak mengambil
barang yang diberikan sebagai hibah, baik di tempat pertemuan ke kedua belah pihak, atau setelah mereka berpisah. Jika izin itu hanya berupa isyarat atau tersamar, hal itu hanya berlaku sepanjang mereka belum berpisah di tempat itu.

Dalam contoh berikut ini, seorang Geuchiek, dalam hal ini mewakili Gampong yang dipimpinnya memberikan hibah berupa tanah  yang asalnya adalah hak adat warga setempat kepada Pemerintah Kabupaten Bireun yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen yang akan menggunakannya untuk keperluan Pembangunan Satu Unit POSKESDES (Pos Kesehatan Desa) di desa tersebut.

Download: Surat Keterangan Hibah Tanah (629)

Leave a comment

0 Comments.

Leave a Reply


[ Ctrl + Enter ]

*