Definisi Beserta Contoh Addendum Kontrak

Adendum adalah istilah hukum yang lazim disebut dalam suatu pembuatan kontrak atau perjanjian. Jika dilihat dari arti katanya, addendum berarti lampiran, suplemen, atau tambahan.

Pengertian dalam kontrak atau surat perjanjian diartikan sebagai tambahan klausula atau pasal yang terpisah secara fisik dari perjanjian pokok namun secara hukum melekat pada perjanjian pokok tersebut.  Menurut Frans Satriyo Wicaksono, SH. dalam bukunya “Panduan Lengkap Membuat Surat-Surat ” disebutkan bahwa jika pada saat berlangsung ternyata terdapat hal-hal yang belum dimasukkan ke dalam tersebut, maka dapat dilakukan musyawarah untuk suatu kemufakatan akan hal-hal yang belum diatur tersebut. Untuk itu ketentuan atau perihalyang belum diatur tersebut harus disertakan dalam bentuk tertulis sama seperti yang telah dibuat. Pengaturan ini umumnya disebut dengan addendum atau amandemen klausula. Addendum biasanya dicantumkan pada bagian akhir dari suatu perjanjian pokok. Hingga saat ini, belum ada alasan yang pasti mengapa cara addendum lebih menjadi pilihan daripada merubah perjanjian atau membuat perjanjian baru untuk suatu penambahan isi dari suatu perjanjian. Namun Addendum diduga dipilih karena alas an praktisan dan lebih menghemat waktu serta biaya.

Contoh Surat Addendum

 

SURAT ADDENDUM

Nomor: 123.123.123 (contoh)

 Yang bertanda tangan dibawah ini :

1.  Nama       : (Nama pihak pertama)

     Jabatan   : (Jabatan pihak pertama)

     Alamat    : (Alamat lengkap pihak pertama)

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama (Nama pihak pertama) untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama.

2. Nama       : (Nama pihak kedua) 

     Jabatan   : (Jabatan pihak kedua)

     Alamat     : (Alamat lengkap pihak kedua)

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama (Nama pihak kedua) untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua dengan ini sepakat untuk membuat Surat Addendum yang mana surat ini merupakan penambahan Surat Perjanjian dengan Maksud (maksud pembuatan Surat Addendum), adapun penambahan isinya akan di jabarkan melalui pasal pasal sebagai berikut :

 

PASAL 1

Hak dan Kewajiban

Hak dan Kewajiban Pihak Pertama :

  1. Pihak Pertama berhak melarang pihak kedua untuk menjual ulang program kearsipan kepada siapapun dan pihak manapun, tanpa persetujuan pihak pertama.
  2. Penjualan Program Kearsipan diperbolehkan dengan sepengetahuan pihak pertama, dan pihak pertama berhak atas kompensasi penjualan program tersebut
  3. Apabila pihak kedua menjual belikan program kearsipan tanpa sepengetahuan pehak pertama, maka pihak kedua akan di kenakan denda sebesar 2 kali lipat dari harga program, yaitu : Rp ( Nilai Surat Addendum)

Demikian Surat Addenum ini disepakati oleh kedua belah pihak dan ditandatangani pada tanggal : (Tanggal Pembuatan Surat Addendum)

 

Pihak Pertama :                                                                              Pihak Kedua:

(Nama pihak pertama)                                                                (Nama pihak kedua)

 

Paraf Pihak Pertama : ____________________

Paraf Pihak Kedua     : ____________________

 

Leave a comment

0 Comments.

Leave a Reply


[ Ctrl + Enter ]

*