Akta Jual Beli Tanah Hak Milik Adat

Sebagian besar kepemilikan tanah perseorangan yang terdapat dalam komunitas masyarakat Indonesia adalah tanah hak milik adat atau disebut juga hak ulayat. Kepemilikan itu berlangsung secara turun temurun (Ahli Waris) bahkan sejak sebelum zaman kolonial.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan kepemilikan atas tanah yang berstatus hak milik adat:
1. warisan, hibah atau pembelian, atau
2. membuka dan mengusahakan tanah di dalam wilayah adat

Jika terjadi pemindahan hak kepemilikan melalui akad jual beli, maka dibuatlah sebuah dokumen Akta atau surat keterangan jual beli yang ditandatangani penjual, pembeli, minimal 2 orang saksi, dan diketahui pemangku adat atau kepala desa setempat. Surat ini diperlukan untuk pengurusan dan pendaftaran hak milik atas tanah di BPN.

Akta Jual Beli Tanah harus memuat:

  1. Nama dan identitas penjual
  2. Nama dan identitas pembeli
  3. Keterangan tentang tanah yang diperjualbelikan beserta batas-batasnya
  4. Harga yang disepakati dan cara pembayarannya
  5. Tanggal penandatanganan
  6. Saksi-saksi jual beli

Download: Surat Jual Beli Tanah Adat (681)

Leave a comment

0 Comments.

Leave a Reply


[ Ctrl + Enter ]

*