Kumpulan: Dokumen

Konsep dokumen telah didefinisikan sebagai “indikasi konkret atau simbolis, diawetkan atau direkam, untuk merekonstruksi atau untuk membuktikan fenomena, baik fisik maupun mental” (Briet, 1951, 7; dikutip dalam Buckland, 1991). Dokumen adalah segala hal yang dapat diawetkan atau direpresentasi dalam rangka untuk dijadikan sebagai bukti dengan tujuan-tujuan tertentu.

Kerjasama Penjualan dengan sistem Konsinyasi (Titip Jual)

Kerjasama penjualan konsinyasi, dalam pengertian sehari-hari disebut dengan penjualan dengan cara penitipan atau “titip jual”. Konsinyasi merupakan suatu perjanjian dimana pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barang kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan memberikan komisi dengan besaran tertentu. Konsinyasi merupakan suatu perjanjian dimana salah satu pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barang kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan harga dan syarat yang diatur dalam perjanjian. (more…)

Addendum Pengakuan Hutang

Addendum Pengakuan Hutang merupakan surat atas perubahan besaran atau jangka waktu, atau ketentuan atas Akad Kredit atau Akta Pengakuan Hutang yang pernah dibuat sebelumnya di antara para pihak. (more…)

Dokumen Penawaran untuk Pekerjaan Konsultansi dengan prakualifikasi

Untuk efisiensi, data yang diperlukan untuk menilai kualifikasi cukup dari formulir isian yang harus dilengkapi oleh penyedia barang/jasa disertai pernyataan kebenaran data yang disampaikan. Bila ternyata data tersebut palsu atau bohong, maka penyedia barang/jasa sanggup dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain bersedia dimasukkan ke dalam daftar hitam selama 2 (dua) tahun yang berarti tidak boleh mengikuti pengadaan barang/jasa pemerintah selama 2 (dua) tahun. Bukti kebenaran data tersebut baru diminta apabila penyedia barang/jasa akan diusulkan menjadi pemenang atau cadangan. (more…)

Kontrak Pekerjaan Borongan

Kedua belah pihak telah sepakat untuk melaksanakan perjanjian pemborongan pekerjaan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. PIHAK PERTAMA memberi tugas kepada PIHAK KEDUA, PIHAK KEDUA menerima dengan baik tugas pekerjaan tersebut, serta mengikat diri sebagai Pemborong pada Proyek tersebut
  2. Pekerjaan tersebut dalam point 1, surat Perjanjian ini harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi sebagaimana tersebut dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat perjanjian ini yang terdiri dari :
    1. Gambar Prarencana termasuk gambar-gambar detail (sesuai tercantum di RAB).
    2. Spesifikasi bahan yang dipakai (sesuai tercantum di RAB).
    3. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disetujui oleh PIHAK PERTAMA (more…)

Surat Kuasa untuk Mengambil Sertifikat

Terkadang, karena suatu urusan yang tak bisa ditinggal atau lokais geografis yang sangat jauh, surat kuasa bisa menjadi solusi untuk urusan administratif. Dalam kasus ini untuk mengambil Sertifikat Tanah Asli yang diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Merauke, sedangkan pemberi kuasa berada di Cileungsi Jawa Barat. (more…)