Kumpulan: Dokumen

Konsep dokumen telah didefinisikan sebagai “indikasi konkret atau simbolis, diawetkan atau direkam, untuk merekonstruksi atau untuk membuktikan fenomena, baik fisik maupun mental” (Briet, 1951, 7; dikutip dalam Buckland, 1991). Dokumen adalah segala hal yang dapat diawetkan atau direpresentasi dalam rangka untuk dijadikan sebagai bukti dengan tujuan-tujuan tertentu.

Contoh Copy Asli Bill Of Lading (B/L)

Bill of Lading (B/L) adalah surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal laut yang juga merupakan tanda bukti kepemilikan barang dan sebagai bukti adanya kontrak atau perjanjian pengangkutan barang melalui laut. Banyak istilah yang hamper sama dengan B/L seperti Railway Consignmnet Note untuk pengangkutan menggunakan kereta api, AirWaybill untuk pengangkutan dengan pesawat udara, dan sebagainya.

Dalam bahasa Indonesia B/L sering disebut konosemen, yaitu merupakan salah satu dokumen pengapalan yang paling penting karena mempunyai sifat pengamanan atau jaminan. B/L asli menunjukkan hak pemilikan atas barang-barang dan tanpa B/L seseorang atau pihak lain yang ditunjuk tidak dapat menerima barang-barang yang disebutkan di dalam B/L. Dikarena fungsinya yang sangat fital tersebut, maka bill of lading harus dibuat dengan benar agar tidak terjadi masalah dalam pengeluaran barang. (more…)

Definisi Beserta Contoh Addendum Kontrak

Adendum adalah istilah hukum yang lazim disebut dalam suatu pembuatan kontrak atau perjanjian. Jika dilihat dari arti katanya, addendum berarti lampiran, suplemen, atau tambahan.

Pengertian Addendum dalam kontrak atau surat perjanjian diartikan sebagai tambahan klausula atau pasal yang terpisah secara fisik dari perjanjian pokok namun secara hukum melekat pada perjanjian pokok tersebut.  Menurut Frans Satriyo Wicaksono, SH. dalam bukunya “Panduan Lengkap Membuat Surat-Surat Kontrak” disebutkan bahwa jika pada saat kontrak berlangsung ternyata terdapat hal-hal yang belum dimasukkan ke dalam kontrak tersebut, maka dapat dilakukan musyawarah untuk suatu kemufakatan akan hal-hal yang belum diatur tersebut. Untuk itu ketentuan atau perihalyang belum diatur tersebut harus disertakan dalam bentuk tertulis sama seperti kontrak yang telah dibuat. Pengaturan ini umumnya disebut dengan addendum atau amandemen klausula. Addendum biasanya dicantumkan pada bagian akhir dari suatu perjanjian pokok. Hingga saat ini, belum ada alasan yang pasti mengapa cara addendum lebih menjadi pilihan daripada merubah perjanjian atau membuat perjanjian baru untuk suatu penambahan isi dari suatu perjanjian. Namun Addendum diduga dipilih karena alas an praktisan dan lebih menghemat waktu serta biaya. (more…)

Surat Tugas atau Surat Perintah Tugas (SPT)

Surat Tugas atau disebut juga Surat Perintah Tugas, dikeluarkan oleh pimpinan sebuah lembaga untuk menugaskan bawahannya untuk suatu tugas dalam masa tertentu. Seringkali surat tugas dikeluarkan untuk keperluan pendelegasian selaku wakil lembaga dalam sebuah event seperti lomba atau lokakarya, dan pembentukan kepanitiaan atau tim ad-hoc.

Bila surat tugas dikeluarkan untuk sebuah tim ad-hoc atau beberapa orang sekaligus, daftar nama-nama staf atau karyawan yang mendapatkan penugasan dapat dijadikan sebagai lampiran surat. Untuk surat tugas yang juga sekaligus penunjukan dan pembentukan sebuah tim atau kepanitiaan, dalam surat tersebut perlu juga diterangkan posisi masing-masing personil di dalam tim. (more…)

Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

Untuk menerangkan bahwa seseorang atau sebuah karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dll.)  sudah diselesaikan setelah melalui kegiatan penelitian, maka peneliti biasanya meminta sebuah surat keterangan yang diterbitkan oleh lembaga tempat di mana ia melakukan penelitian. Lembaga yang mengeluarkannya bisa merupakan sebuah perusahaan, lembaga pendidikan atau sekolah, atau lembaga milik pemerintah.

Dalam contoh kali ini adalah sebuah surat keterangan penelitian skripsi (more…)

Akta Jual Beli Tanah Hak Milik Adat

Sebagian besar kepemilikan tanah perseorangan yang terdapat dalam komunitas masyarakat Indonesia adalah tanah hak milik adat atau disebut juga hak ulayat. Kepemilikan itu berlangsung secara turun temurun (Ahli Waris) bahkan sejak sebelum zaman kolonial.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan kepemilikan atas tanah yang berstatus hak milik adat:
1. warisan, hibah atau pembelian, atau
2. membuka dan mengusahakan tanah di dalam wilayah adat (more…)