Kumpulan: Dokumen

Konsep dokumen telah didefinisikan sebagai “indikasi konkret atau simbolis, diawetkan atau direkam, untuk merekonstruksi atau untuk membuktikan fenomena, baik fisik maupun mental” (Briet, 1951, 7; dikutip dalam Buckland, 1991). Dokumen adalah segala hal yang dapat diawetkan atau direpresentasi dalam rangka untuk dijadikan sebagai bukti dengan tujuan-tujuan tertentu.

Proposal Penelitian Kesehatan beserta Contohnya

Proposal Penelitian kesehatan merupakan suatu karya ilmiah yang digunakan sebagai prasyarat untuk mengajukan sebuah tugas akhir berupa skripsi, thesis, atau disertasi. Biasanya tema proposal sangat berkaitan dengan sesuatu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan maupun ilmu kedokteran.

SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN

  1. JUDUL
  2. DAFTAR ISI
  3. BAB I :  PENDAHULUAN (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian)
  4. BAB II :  TINJAUAN PUSTAKA ( Tinjauan Teori, Kerangka Teori, Kerangka Konsep, Hipotesis / Pertanyaan Penelitian)
  5. BAB III : METODE PENELITIAN (Desain / Rancangan Penelitian, Lokasi Penelitian, Populasi, Sample dan Teknik Sampling, Variable Penelitian, Definisi Operasional, Pengumpulan Data dan Teknik Analisa Data, Keterbatasan Penelitian)
  6. DAFTAR PUSTAKA
  7. RENCANA JADWAL PENELITIAN
  8. LAMPIRAN : (Instrument & Alat Ukur Penelitian, Surat – surat / Dokumen Penelitian)

Untuk menghasilkan Proposal Penelitian yang benar, ada beberapa Persyaratan tang harus diperhatikan, yaitu

SISTEMATIS

Proposal penelitian harus disusun secara sistematis menurut pola tertentu dari yang paling sederhana hingga menyeluruh. Proposal yang diajukan hendaknya dapat memberikan gambaran secara sistematis tentang rencana penelitian yang diajukan secara efektif dan efisien serta konsisten sehingga memudahkan pembaca.

BERENCANA

Penelitian harus sudah dipikirkan langkah – langkah pelaksanaannya. Baiknya memiliki rencana jadwal yang akan dilakukan dalam penelitian secara berencana seperti ; jadwal pengumpulan data, analisis data hingga penyajian untuk laporan.

MENGIKUTI KONSEP ILMIAH

Yaitu mengikuti cara – cara atau metode ilmiah yang sudah ditentukan untuk mencari kebenaran ilmiah.

 

Selanjutnya akan diuraikan secara lebih rinci tentang teknik peulisan proposal penelitian  kesehatan serta beberapa bagian yang harus terdapat di dalamnya.

JUDUL PENELITIAN

Judul merupakan cermin dari keseluruhan isi karya ilmiah. Judul penelitian kesehatan harus jelas, menarik, sehingga pembaca langsung dapat menduga apa materi dan masalah kesehatan yang dikaji dalam penelitian tersebut. Syarat – syarat judul yang baik diantaranya adalah :

1.       MENARIK MINAT PENELITI.

2.      MAMPU DILAKSANAKAN OLEH PENELITI.

3.     MENGANDUNG KEGUNAAN PRAKTIS DAN PENTING UNTUK DITELITI.

4.     TERSEDIA CUKUP DATA.

5.      HINDARI DUPLIKASI DENGAN JUDUL LAIN.

6.     BERISI VARIABLE YANG JELAS YANG AKAN DITELITI.

7.      BERUPA KALIMAT PERNYATAAN.

8.     JELAS, SINGKAT DAN TEPAT.

LATAR BELAKANG

Latar belakang dalam proposal penelitian merupakan pengantar informasi tentang materi keseluruhan dari penelitian yang ditulis secara sistematis dan terarah dalam kerangka logika yang memberikan justifikasi terhadap dasar pemikiran, pendekatan, metode analisis dan interpretasi untuk sampai pada tujuan dan kegunaan penelitian.

Dalam pembuatan proposal penelitian kesehatan, latar belakang harus dapat mengemukakan dengan jelas argumentasi tentang pentingnya melakukan penelitian tersebut. Disamping itu juga harus dapat menjelaskan tentang Proses Identifikasi Masalah, Kejelasan Masalah Yang Akan Diteliti, Derajat Pentingnya Masalah, Bagaimana Keberadaan Masalah Hingga Saat Ini, Apakah Masalah Tersebut Sudah Terpecahkan Atau Belum, dan Bagaimana Solusinya.

RUMUSAN MASALAH

Dalam menuliskan proposal penelitian kesehatan, rumusan masalah hendaknya memiliki konsekuensi terhadap relevansi maksud dan tujuan dari penelitian, kegunaan penelitian, kerangka konsep penelitian dan metode penelitian. Selain itu harus jelas permasalahan yang ingin diteliti, kemudian diuraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis atau dugaan yang akan dibuktikan. Penulisan rumusan masalah dapat berupa pernyataan masalah atau juga dapat berupa pertanyaan masalah. Pernyataan masalah pada umumnya merupakan hasil identifikasi masalah yang ada, berupa asumsi mendasar, dan nilai yang ada dalam penelitian.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian merupakan tindak lanjut dari masalah yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian mencakup langkah – langkah dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam membuat proposal penelitian, tujuan dapat dilakukan dengan secara singkat seperti untuk menjajaki, menguraikan, menerapkan, mengidentifikasi, menganalisis, dan membuktikan.

Penulisan tujuan dapat dilakukan dalam 2 jenis, yaitu Tujuan Penulisan Umum dan Khusus

Tujuan Umum bertujuan mempelajari atau menjelaskan tujuan yang hendak dicapai secara umum.

Tujuan Khusus berupa langkah – langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan umum.

MANFAAT PENELITIAN

Uraikan manfaat hasil penelitian dengan singkat dan jelas untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, seni pemecahan masalah, pengembangan institusi, profesi kesehatan dan kesehatan klien.

TINJAUAN PUSTAKA

Usahakan pustaka yang digunakan adalah yang terbaru, relevan dan original, selanjutnya uraikan dengan jelas kajian yang menimbulkan gagasan penelitian. Tinjauan pustaka menjabarkan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan untuk selanjutnya dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan.

Berikut ini adalah contoh Proposal Penelitian Kesehatan :

contoh proposal penelitian kesehatan

 

Contoh CV (Curriculum Vitae) atau Resume PDF

CV (Curriculum Vitae) atau Resume adalah sebuah dokumen yang menjelaskan secara ringkas mengenai identitas diri Anda, apa saja pencapaian yang telah Anda lakukan hingga saat ini, apa relevansi pengalaman Anda terhadap posisi pekerjaan yang diinginkan, dan apakah Anda orang yang tepat atau tidak untuk menempati posisi yang diinginkan dalam suatu perusahaan yang Anda lamar.

Jenis CV atau Resume

  1. Curriculum Vitae berdasarkan urutan kronologis

Bentuk CV ini adalah bentuk yang paling umum digunakan oleh kebanyakan orang. Jenis CV ini menonjolkan pendidikan dan pengalaman kerja secara berurutan, baik digunakan bila Anda mempunyai tipe perkerjaan yang sama sepanjang karir Anda, maka CV model ini akan memperlihatkan perkembangan karir Anda dengan sempurna. CV seperti ini lebih disenangi oleh sejumlah perusahaan, karena format susunannya yang dimulai dengan pengalaman secara berurutan.

  1. Curriculum Vitae berdasarkan keterampilan

Jenis CV ini lebih terfokus pada keterampilan dibanding pengalaman kerja. Fungsi utamanya adalah untuk meyakinkan pemberi kerja bahwa Anda mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Bentuk CV ini sangat cocok untuk para fresh graduate dan orang yang ingin berganti pekerjaan ke bidang yang berbeda dengan bidang kerjanya dulu.

Pilihlah Curriculum Vitae sesuai dengan keadaan Anda karena pada dasarnya ada bermacam-macam konsep dan jenis CV, yang masing-masing menonjolkan apa yang patut ditonjolkan untuk mendapatkan sebuah posisi tertentu.

Isi dari CV atau Resume

  • Data Pribadi

Bagian ini berisi nama, alamat, no.handphone, email, dan identitas pribadi lainnya. Sangat penting bagi Anda untuk selalu mencantumkan nomor kontak atau email Anda karena itu adalah satu-satunya cara perusahaan yang merekrut bisa menghubungi Anda kembali jika sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

  • Pendidikan

Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang pendidikan dan hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar. Jika perlu cantumkan pendidikan dari SMU hingga selanjutnya termasuk jika ada pendidikan non formal khusus yang Anda ikuti.

  • Pengalaman Kerja

Bagian ini merupakan bagian yang paling sering diperhatikan oleh perusahaan yang akan merekrut Anda. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Pada bagian ini, rekruiter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang. Oleh karena itu Anda harus menjelaskan secara detail apa yang Anda kerjakan, apa nama perusahaan tempat kerja sebelumnya, posisi pekerjaan Anda, dan pekerjaan yang Anda lakukan sehari-hari (job description).Beberapa informasi ini akan membantu memahami cakupan kerja yang dilakukan, keterampilan yang dimiliki sehingga perusahaan dapat memperkirakan nilai tambah yang Anda miliki sebagai seorang kandidat.

  •  Keterampilan Yang Dimiliki

Dalam CV Anda, ada kalanya Anda perlu menjelaskan keterampilan apa saja yang Anda miliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Sebisa mungkin hindari penulisan keterampilan yang terlalu klise seperti : mampu berkomunikasi dengan baik, mampu bekerja dalam tim, dapat mempelajari hal baru dengan cepat, dll. Penjelasan seperti itu tidak memberikan nilai tambah karena semua kandidat juga akan melakukan hal yang sama. Pada bagian ini Anda dapat menambahkan keterampilan Anda dalam berbahasa, missal lebih dari satu bahasa atau keterampilan dalam menggunakan applikasi-aplikasi computer.

  • Pelatihan / training Yang Pernah Diikuti

Masukkan daftar pelatihan apa saja yang pernah Anda ikuti sebelumnya  untuk memberi gambaran sejauh mana Anda telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki. Hindari untuk memasukkan semua training karena jumlahnya akan sangat panjang. Pilihlah hanya pelatihan yang relevan dan sesuai dengan target pada perusahaan yang dituju.

  • Prestasi

Ini adalah bagian yang penting disamping Pengalaman Kerja yang menjelaskan keunikan sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu. Anda dapat menjelaskan secara singkat prestasi di bidang pekerjaan, pendidikan ataupun dalam bidang kemasyarakatan lainnya. Prestasi di bidang kemasyarakatan atau hal-hal di luar pekerjaan juga menarik bagi seorang rekruter untuk digali lebih jauh.

  • Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan

Anda perlu memberikan sedikit gambaran tentang kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Hal ini akan membantu menunjukkan bahwa Anda dapat membagi waktu dan memiliki wawasan cukup luas, dan tidak hanya sebatas pekerjaan.

Berikut ini adalah contoh CV dalam bentuk PDF :

 

 

 

 

Contoh Surat Pengunduran Diri Kerja (Resignation)

Surat Pengunduran Diri (Kerja) atau Resign Letter ialah surat pernyataan bahwa seseorang mengajukan pengunduran dirinya dari suatu pekerjaannya dikarenakan suatu alasan tertentu. Alasan pengunduran diri dapat beraneka ragam. Mulai dari kejenuhan atau bosan, berbeda visi dengan perusahaan (atasan atau karyawan lain), mendapat tawaran pekerjaan lain dan lain-lain. Tips menulis surat pengunduran diri kerja yang perlu diperhatikan dalam menulis atau membuat surat pengunduran diri adalah :

  • Tulislah surat pengunduran diri anda dengan singkat, jelas dan padat, dan usahakan bahasa yang anda gunakan adalah bahasa yang manis dan sopan.
  • Agar tidak menimbulkan keambiguan dan pemikiran negatif oleh atasan dan teman kantor anda , tidak ada salah nya jika anda memberikan ucapan terima kasih, rasa bangga, dan pujian secukupnya untuk perusahaan dan rekan-rekan seperjuangan anda di kantor yang akan anda tinggalkan.
  • Untuk faktor kehati-hatian ada baiknya jika anda tetap merahasiakan dan tidak membeberkan secara rinci di dalam lisan maupun tulisan mengenai alasan mengapa anda memilih mengundurkan diri.
  • Sebelum anda benar-benar berhenti bekerja, berilah waktu atau kesempatan kepada atasan dan teman kerja anda untuk mencari pengganti anda. Biasanya perusahaan juga akan meminta waktu agar anda bersedia untuk melakukan training pengalihan kerja kepada orang atau karyawan yang akan menggantikan anda.
  • Berikan kenang – kenangan jika perlu untuk meninggalkan kesan baik di perusahaan yang akan anda tinggalkan.

(more…)

Contoh Surat Berita Acara

Surat Berita Acara dalam sebuah perjanjian kerjasama baik antar individu maupun organisasi merupakan dokumen yang mutlak diperlukan sebagai bukti bahwa hal-hal yang tercantum dalam kontrak kerjasama tersebut telah terlaksana, surat ini juga dapat berisi tentang kronologis suatu kejadian atau perkara dan biasanya dibuat oleh pihak Kepolisian sebagai bahan penyidikan di kemudian hari. Sebuah berita acara setidaknya harus mencantumkan berbagai hal-hal ini, termasuk :

  1. Kapan peristiwa itu terjadi (meliputi hari, tanggal, dan jam terjadinya).
  2. Dimana tempat terjadinya (meliputi detil nama jalan, nomor gedung/ rumah, dan sebagainya secara lengkap).
  3. Siapa saja pihak yang terkait (meliputi nama, alamat, jabatan, dan keterangan lain pada setiap pihak).
  4. Objek yang menjadi pokok berita acara (bila berupa barang dapat disebutkan nama, jumlah barang, kondisi barang dan lain-lain).
  5. Ditandatangani pihak-pihak yang berkepentingan (bila perlu dibubuhi materai).

(more…)

Notulen Rapat beserta Contohnya

Pengertian Notulen Rapat

Notulen dapat diartikan sebagai rangkuman yang singkat, padat, sistematis, dan menyeluruh dari suatu kegiatan rapat atau sidang. Notulen sendiri sebenarnya memiliki fungsi yang sangat penting dalam kegiatan rapat,

Fungsi Notulen

karena disinilah semua kegiatan rapat akan dibuktikan secara tertulis, berikut beberapa fungsi notulen :

  • Notulen digunakan sebagai bukti tertulis bahwa rapat telah dilaksanakan.
  • Notulen digunakan sebagai tolak ukur sukses atau tidaknya pelaksanaan rapat. Selain itu juga digunakan untuk acuan pelaksanaan kegiatan yang dihasilkan dari hasil keputusan rapat. (more…)