Kumpulan: Dokumen

Konsep dokumen telah didefinisikan sebagai “indikasi konkret atau simbolis, diawetkan atau direkam, untuk merekonstruksi atau untuk membuktikan fenomena, baik fisik maupun mental” (Briet, 1951, 7; dikutip dalam Buckland, 1991). Dokumen adalah segala hal yang dapat diawetkan atau direpresentasi dalam rangka untuk dijadikan sebagai bukti dengan tujuan-tujuan tertentu.

Contoh Surat Pemberitahuan Resmi

Surat Pemberitahuan Resmi adalah surat pemberitahuan yang keabsahannya secara hukum dapat dipertanggungjawabkan. Jenis surat ini bukan hanya dikeluarkan oleh pemerintah tapi juga dapat dikeluarkan oleh pihak swasta, seperti perusahaan, instansi, atau organisasi tertentu tentang pemberitahuan penerimaan pegawai (recruitment), atau surat pemberitahuan hasil (laba) usaha tahunan yang terkadang di umumkan kepada publik di media surat kabar.
Ciri-ciri dari surat pemberitahuan resmi yang benar adalah:
1. Memiliki kop (kepala) surat
2. Memiliki nomor pengarsipan
3. Harus ditanda-tangani dan di bubuhi stempel instansi, organisasi, atau perusahaan
4. Harus mencantumkan tanggal pembuatan dan tanggal batas berlakunya pemberitahuan
5. Surat asli di simpan di arsip instansi, organisasi, atau perusahaan. Surat yang ditempelkan atau dimediakan adalah salinannya.
Isi atau konten dari surat pemberitahuan resmi bisa tentang perihal apa saja, asalkan sifatnya berupa informasi atau pemberitahuan. Aturan mengenai bentuknya juga tidak ada yang baku dan formal, murni tergantung pada pembuatnya. Namun, biasanya demi kebutuhan pengarsipan, surat pemberitahuan yang akan diarsipkan harus memenuhi standar surat resmi.

Meskipun penggunaan surat kini sudah jarang digunakan dalam hal pribadi, karena sudah ada pesan singkat melalui ponsel. Namun untuk kegiatan yang bersifat formal, seperti sekolah, kerjasama bisnis antar perusahaan pastinya menggunakan surat resmi karena jika hanya menggunakan pesan singkat  akan dianggap tidak sopan dan tidak profesional. Jadi, penggunaan surat resmi lebih diutamakan dalam kegiatan atau aktivitas yang bersifat formal.
Suatu kondisi misalnya disaat kita harus membuat sebuah surat resmi ketika saat pihak organisasi suatu perusahaan ingin mengundang pertemuan atau rapat dengan beberapa perusahaan lain. Pastinya surat dengan topik tertentu ini akan sangat bermanfaat bagi si penerima surat tersebut untuk mengetahui dan memahami kegiatan apa yang ingin dilakukan. Serta melakukan pertimbangan apakah akan menerima pertemuan tersebut.
Berikut salah satu Contoh Surat Pemberitahuan Resmi:

=================================================================================================== PT. MENTARI TIMUR

Jln. Mayjen Panjaitan No.125 Surabaya

Telp: (031) 488xxx

——————————————————————————————————————————————————————-

No : 791/SU/XII/2014                                                                                             01 Desember 2014
Hal : pemberitahuan

Yth. Seluruh pelanggan PT. MENTARI TIMUR
Di Tempat

Dengan hormat,
Sehubungan dengan tutup buku tahun 2014, kami mengundang para Rekanan PT. MENTARI TIMUR untuk ikut serta dalam acara Tahun baru bersama. Acara ini akan berlangsung pada hari Rabu 31 Desember 2014.
Adapun acaranya adalah sebagai berikut:
1. Laporan ketua pelaksana
2. Sambutan Presiden komisaris PT. MENTARI TIMUR
3. Sekilas tentang perkembangan produk PT. MENTARI TIMUR
4. Perkenalan produk terbaru
5. Hiburan dan pembagian Doorprize
6. Ramah tamah
Demikian, apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas silahkan hubungi kami di nomor (031) 488xxx atau e-mail: mentari_timur@yahoo.com

Hormat kami,

Timur Buwana

Direktur

======================================================================================

Seluk Beluk Letter of Intent (LOI) besrta Contohnya

Definisi Letter of Intent (LoI)

Letter of Intent adalah  suatu surat resmi dalam bisnis, secara hukum kedudukannya tidak mengikat bagi para pihak yang tersebut didalamnya, dibuat oleh seorang pemilik bisnis, pengusaha, atau perusahaan, untuk menyampaikan ketertarikan, keinginan, niat, minat, atau maksud bisnis secara serius, rinci, ringkas dan jelas, tindak lanjut serta transaksi apa yang akan dijalankan, dan kemampuan untuk melaksanakannya, kepada pemilik bisnis, pengusaha, atau perusahaan lain.

LOI pada dasarnya tidak dikenal dalam hukum konvensional di Indonesia.Namun pada prakteknya, khususnya di bidang komersial, LoI sering digunakan oleh pihak-pihak terkait.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa LoI mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. LoI merupakan pendahuluan perikatan (landasan kepastian)
  2. Konten atau isi materi dari LoI hanya memuat hal-hal yang pokok-pokok saja
  3. LoI memiliki tenggang waktu, dengan kata lain hanya bersifat sementara,
  4. LoI biasanya tidak dibuat secara formal serta tidak mengisyaratkan kewajiban yang memaksa untuk dibuatnya kontrak atau perjanjian terperinci.

Kekuatan Hukum antara LoI dan Perjanjian

LOI adalah dokumen resmi bisnis yang pada dasrnya tidak mengikat secara hukum, dan tidak bisa diterapkan atau dipaksakan secara hukum. LOI bukan suatu persetujuan kontrak (contract agreement) yang kemudian mengikat para pihak dan memiliki kekuatan hukum. LOI hanya suatu dokumen resmi bisnis yang menyatakan adanya niat atau minat serius pengusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha tertentu.

LOI menyerupai persetujuan kontrak tertulis, tapi biasanya tidak mengikat para pihak secara keseluruhan. Ketentuan dalam LOI yang kemudian mengikat antara lain; seperti persetujuan tak-mengungkapkan (non-disclosure agreement), persetujuan untuk bernegosiasi dengan maksud baik, atau perihal yang menjanjikan penyediaan hak eksklusif untuk bernegosiasi.

Pada dasarnya, LOI belumlah melahirkan suatu Hubungan Hukum karena LOI baru merupakan persetujuan prinsip yang kemudian dituangkan secara tertulis, artinya LOI yang diwujudkan secara tertulis baru menciptakan suatu awal yang kemudian menjadi landasan penyusunan dalam melakukan hubungan hukum/perjanjian.

Kekuatan mengikat dan memaksa LOI pada dasarnya sama halnya dengan perjanjian itu sendiri. Walaupun secara khusus tidak ada pengaturan yang baku tentang LOI dan materi muatan LOI itu diserahkan kepada para pihak yang berkaitan dengan pembuatannya.

Di samping itu, walaupun LOI merupakan perjanjian pendahuluan,bukan berarti LOI tersebut tidak mempunyai kekuatan mengikat dan memaksa bagi para pihak untuk mentaatinya dan/atau melaksanakannya.

Terkadang, suatu perjanjian diberi nama LOI. Artinya, penamaan dokumen tersebut tidak sesuai dengan isi atau konten dari dokumen tersebut. Sehingga LOI tersebut memiliki kekuatan hukum mengikat sebagaimana perjanjian.

Dalam hal suatu LOI telah dibuat secara sah, memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1320 KUHPerdata, maka kedudukan dan/atau keberlakuan LOI bagi para pihak dapat disamakan dengan sebuah undang-undang yang memiliki kekuatan mengikat dan memaksa. Tentu saja pengikat itu hanya menyangkut dan sebatas pada hal-hal pokok yang tercatat dalam LOI.

Berdasarkan hal tersebut diatas, bahwa LOI dapat mengikat para pihak, apabila content/isi dari LOI itu sendiri telah memenuhi unsur perjanjian sebagaimana telah diuraikan di atas, dan bukan sebagai pendahuluan sebelum membuat perjanjian, sebagaimana maksud pembuatan LOI sebenarnya.

Berikut Adalah Contoh dari LoI (Letter of Intent) :

7 Tips membuat Proposal Pengajuan Usaha beserta Contohnya

Saat membuat sebuah proposal usaha, Anda harus tahu siapa yang akan menjadi target tujuan pasar, mampu menjelaskan bisnis, mengapa lebih unggul dari para pesaing di industri yang berjenis sama, dan mengapa investor lebih tertarik untuk menitipkan uang mereka pada Anda. Kurang lebih hampir sama juga dengan perencanaan bisnis. Berikut ini adalah 7 tips yang diperlukan dalam membuat sebuah proposal usaha:

1.  Tulis secara jelas dan singkat

Pada saat menulis dalam proposal mengenai bisnis yang sedang Anda jalankan, biasanya Anda telah  memiliki kecenderungan untuk menunjukkan keahlian Anda dalam berbahasa dengan menggunakan suatu keistimewaan yang tidak umum. Anda harus menghindari hal tersebut dengan membuatnya menjadi lebih singkat dan straight to the purposes. Tentukan hal apa saja yang akan dibahas dan jelaskan dalam bahasa yang baik dan sederhana. Hal yang perlu diingat adalah, ketika orang membaca proposal Anda, maka sebenarnya mereka mungkin hanya tahu tentang sedikit atau bahkan sama sekali tidak tahu tentang apa yang sedang Anda ajukan. Dengan kondisi seperti itu, Anda harus bisa membuat mereka untuk membaca secara detail keseluruhannya. Mulailah dari bagian pembukaan yang jelas, sederhana, dan logis. Bagi ke dalam beberapa poin penting sehingga proposal usaha Anda mudah dipahami oleh orang tersebut.

2.  Buatlah argumen yang baik untuk kendala yang mungkin muncul

Pada dasarnya, sebuah proposal usaha yang baik adalah selayaknya sebuah brosur bisnis yang menyamar dan tidak disadari oleh konsumennya. Di dalamnya, Anda menjelaskan mengenai bisnis Anda, menjelaskan berbagai langkah terbaik untuk memajukan bisnis Anda, dan membuat diri Anda menarik bagi pembaca. Bagaimana melakukannya? Cara terbaik adalah dengan mengumpulkan berbagai fakta terbaik dan argumen yang sangat mendukung. Buat tema bisnis Anda menjadi lebih kuat dengan penjelasan yang jelas sehingga pembaca dapat menyusuri setiap halaman dan terarah pada satu kesimpulan yang masuk akal bagi mereka. Jangan lupa untuk menempatkan diri pada posisi pembaca. Pikirkan apa saja masalah yang mungkin muncul dan apa saja hal mendasar yang mungkin berseberangan dengan pendapat Anda. Dengan memperkirakan itu semua, Anda bisa menjadi lebih siap dalam mempresentasikan proposal Anda dan bisa lebih dipercaya.

3.  Tunjukkan kepribadian Anda

Seringkali kita melihat proposal kerjasama yang sangat baku dan umum, seolah yang menulis proposal usaha adalah robot pekerja yang sudah diprogram sedemikian rupa sehingga proposal yang dibuat sangat tidak kreatif. Dalam menuyusun proposal, biarkanlah kepribadian Anda ikut menulis. Biarkan pembaca melihat siapa Anda sebenarnya. Tularkan atusiasme Anda pada proposal usaha Anda sehingga pembaca bisa semakin yakin dengan proposal usaha yang telah Anda buat.

4.  Gunakan gambar secara cerdas

Penggunaan gambar pada proposal memang sangat dibutuhkan agar proposal tidak terlihat membosankan. Namun, jangan sampai Anda menggunakan gambar berlebihan atau bahkan salah. Penggunaan gambar memang mampu membantu Anda untuk menyampaikan ide, ‘menghidupkan’ proposal usaha Anda dan memungkinkan pembaca untuk lebih tertarik dengan proposal Anda. Pastikan saja gambar-gambar yang Anda gunakan tersebut bisa membantu Anda dalam menjelaskan ide Anda, bukan mengganggu pembaca.

5.  Jangan terlalu menjual

Hindari penggunaan kalimat hiperbola. Penggunaan kalimat hiperbola bisa membuat proposal Anda menjadi sulit dimengerti dan membuat hilangnya kredibilitas. Setelah pembaca berpikir Anda tidak tepat membidik mereka, mereka mungkin mempertanyakan kebeneran dari segala sesuatu dalam proposal itu, dan apa tujuannya.

6.  Hindari copy paste dan kesalahan pengetikan

Dalam membuat proposal usaha milik Anda sendiri, Anda tidak bisa langsung mengcopy dan paste bagian atau keseluruhan dari proposal usaha milik orang lain. Namun Anda tetap bisa menggunakan proposal milik orang lain sebagai referensi dan memperhatikan bagian-bagian yang Anda sukai dari proposal tersebut. Sehingga Anda bisa mencoba berbagai penempatan dan penggunaan frase yang cukup  persuasif yang nantinya akan berhasil menarik perhatian pembaca. Proposal dikatakan baik tentunya jika tidak terdapat kesalahan dalam pengetikannya dan tentunya memuat banyak fakta dan data yang valid. Penggunaan data valid dan fakta akan semakin membuat pembaca menjadi yakin dengan apa yang Anda tuliskan.

7.  Selalu jaga agar pembaca tetap sadar pada tujuan utama dari proposal

Sebuah proposal adalah salah satu dari media pemasaran, maka dengan demikian jangan biarkan proposal usaha kehilangan fungsi utamanya. Jika Anda berhasil membuat pembaca terpukau dengan tulisandan  gambar yang digunakan serta segala argumen yang Anda sampaikan di dalamnya , maka arahkan pembaca untuk mulai memasuki tahapan diskusi perihal harga.

Jika Anda telah berhasil menyelesaikan proposal usaha dengan baik, maka Anda dapat melampirkannya pada website bisnis. Dengan begitu maka proposal tersebut dapat menjangkau pembaca dengan skala yang lebih luas, dan anda tidak perlu direpotkan dengan pergi ke berbagai daerah yang jauh hanya untuk memberikan proposal tersebut.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh proposal usaha :

CONTOH PROPOSAL USAHA

 

Proposal Penelitian Kesehatan beserta Contohnya

Proposal Penelitian kesehatan merupakan suatu karya ilmiah yang digunakan sebagai prasyarat untuk mengajukan sebuah tugas akhir berupa skripsi, thesis, atau disertasi. Biasanya tema proposal sangat berkaitan dengan sesuatu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan maupun ilmu kedokteran.

SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN

  1. JUDUL
  2. DAFTAR ISI
  3. BAB I :  PENDAHULUAN (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian)
  4. BAB II :  TINJAUAN PUSTAKA ( Tinjauan Teori, Kerangka Teori, Kerangka Konsep, Hipotesis / Pertanyaan Penelitian)
  5. BAB III : METODE PENELITIAN (Desain / Rancangan Penelitian, Lokasi Penelitian, Populasi, Sample dan Teknik Sampling, Variable Penelitian, Definisi Operasional, Pengumpulan Data dan Teknik Analisa Data, Keterbatasan Penelitian)
  6. DAFTAR PUSTAKA
  7. RENCANA JADWAL PENELITIAN
  8. LAMPIRAN : (Instrument & Alat Ukur Penelitian, Surat – surat / Dokumen Penelitian)

Untuk menghasilkan Proposal Penelitian yang benar, ada beberapa Persyaratan tang harus diperhatikan, yaitu

SISTEMATIS

Proposal penelitian harus disusun secara sistematis menurut pola tertentu dari yang paling sederhana hingga menyeluruh. Proposal yang diajukan hendaknya dapat memberikan gambaran secara sistematis tentang rencana penelitian yang diajukan secara efektif dan efisien serta konsisten sehingga memudahkan pembaca.

BERENCANA

Penelitian harus sudah dipikirkan langkah – langkah pelaksanaannya. Baiknya memiliki rencana jadwal yang akan dilakukan dalam penelitian secara berencana seperti ; jadwal pengumpulan data, analisis data hingga penyajian untuk laporan.

MENGIKUTI KONSEP ILMIAH

Yaitu mengikuti cara – cara atau metode ilmiah yang sudah ditentukan untuk mencari kebenaran ilmiah.

 

Selanjutnya akan diuraikan secara lebih rinci tentang teknik peulisan proposal penelitian  kesehatan serta beberapa bagian yang harus terdapat di dalamnya.

JUDUL PENELITIAN

Judul merupakan cermin dari keseluruhan isi karya ilmiah. Judul penelitian kesehatan harus jelas, menarik, sehingga pembaca langsung dapat menduga apa materi dan masalah kesehatan yang dikaji dalam penelitian tersebut. Syarat – syarat judul yang baik diantaranya adalah :

1.       MENARIK MINAT PENELITI.

2.      MAMPU DILAKSANAKAN OLEH PENELITI.

3.     MENGANDUNG KEGUNAAN PRAKTIS DAN PENTING UNTUK DITELITI.

4.     TERSEDIA CUKUP DATA.

5.      HINDARI DUPLIKASI DENGAN JUDUL LAIN.

6.     BERISI VARIABLE YANG JELAS YANG AKAN DITELITI.

7.      BERUPA KALIMAT PERNYATAAN.

8.     JELAS, SINGKAT DAN TEPAT.

LATAR BELAKANG

Latar belakang dalam proposal penelitian merupakan pengantar informasi tentang materi keseluruhan dari penelitian yang ditulis secara sistematis dan terarah dalam kerangka logika yang memberikan justifikasi terhadap dasar pemikiran, pendekatan, metode analisis dan interpretasi untuk sampai pada tujuan dan kegunaan penelitian.

Dalam pembuatan proposal penelitian kesehatan, latar belakang harus dapat mengemukakan dengan jelas argumentasi tentang pentingnya melakukan penelitian tersebut. Disamping itu juga harus dapat menjelaskan tentang Proses Identifikasi Masalah, Kejelasan Masalah Yang Akan Diteliti, Derajat Pentingnya Masalah, Bagaimana Keberadaan Masalah Hingga Saat Ini, Apakah Masalah Tersebut Sudah Terpecahkan Atau Belum, dan Bagaimana Solusinya.

RUMUSAN MASALAH

Dalam menuliskan proposal penelitian kesehatan, rumusan masalah hendaknya memiliki konsekuensi terhadap relevansi maksud dan tujuan dari penelitian, kegunaan penelitian, kerangka konsep penelitian dan metode penelitian. Selain itu harus jelas permasalahan yang ingin diteliti, kemudian diuraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis atau dugaan yang akan dibuktikan. Penulisan rumusan masalah dapat berupa pernyataan masalah atau juga dapat berupa pertanyaan masalah. Pernyataan masalah pada umumnya merupakan hasil identifikasi masalah yang ada, berupa asumsi mendasar, dan nilai yang ada dalam penelitian.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian merupakan tindak lanjut dari masalah yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian mencakup langkah – langkah dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam membuat proposal penelitian, tujuan dapat dilakukan dengan secara singkat seperti untuk menjajaki, menguraikan, menerapkan, mengidentifikasi, menganalisis, dan membuktikan.

Penulisan tujuan dapat dilakukan dalam 2 jenis, yaitu Tujuan Penulisan Umum dan Khusus

Tujuan Umum bertujuan mempelajari atau menjelaskan tujuan yang hendak dicapai secara umum.

Tujuan Khusus berupa langkah – langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan umum.

MANFAAT PENELITIAN

Uraikan manfaat hasil penelitian dengan singkat dan jelas untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, seni pemecahan masalah, pengembangan institusi, profesi kesehatan dan kesehatan klien.

TINJAUAN PUSTAKA

Usahakan pustaka yang digunakan adalah yang terbaru, relevan dan original, selanjutnya uraikan dengan jelas kajian yang menimbulkan gagasan penelitian. Tinjauan pustaka menjabarkan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan untuk selanjutnya dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan.

Berikut ini adalah contoh Proposal Penelitian Kesehatan :

contoh proposal penelitian kesehatan

 

Contoh CV (Curriculum Vitae) atau Resume PDF

CV (Curriculum Vitae) atau Resume adalah sebuah dokumen yang menjelaskan secara ringkas mengenai identitas diri Anda, apa saja pencapaian yang telah Anda lakukan hingga saat ini, apa relevansi pengalaman Anda terhadap posisi pekerjaan yang diinginkan, dan apakah Anda orang yang tepat atau tidak untuk menempati posisi yang diinginkan dalam suatu perusahaan yang Anda lamar.

Jenis CV atau Resume

  1. Curriculum Vitae berdasarkan urutan kronologis

Bentuk CV ini adalah bentuk yang paling umum digunakan oleh kebanyakan orang. Jenis CV ini menonjolkan pendidikan dan pengalaman kerja secara berurutan, baik digunakan bila Anda mempunyai tipe perkerjaan yang sama sepanjang karir Anda, maka CV model ini akan memperlihatkan perkembangan karir Anda dengan sempurna. CV seperti ini lebih disenangi oleh sejumlah perusahaan, karena format susunannya yang dimulai dengan pengalaman secara berurutan.

  1. Curriculum Vitae berdasarkan keterampilan

Jenis CV ini lebih terfokus pada keterampilan dibanding pengalaman kerja. Fungsi utamanya adalah untuk meyakinkan pemberi kerja bahwa Anda mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Bentuk CV ini sangat cocok untuk para fresh graduate dan orang yang ingin berganti pekerjaan ke bidang yang berbeda dengan bidang kerjanya dulu.

Pilihlah Curriculum Vitae sesuai dengan keadaan Anda karena pada dasarnya ada bermacam-macam konsep dan jenis CV, yang masing-masing menonjolkan apa yang patut ditonjolkan untuk mendapatkan sebuah posisi tertentu.

Isi dari CV atau Resume

  • Data Pribadi

Bagian ini berisi nama, alamat, no.handphone, email, dan identitas pribadi lainnya. Sangat penting bagi Anda untuk selalu mencantumkan nomor kontak atau email Anda karena itu adalah satu-satunya cara perusahaan yang merekrut bisa menghubungi Anda kembali jika sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

  • Pendidikan

Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang pendidikan dan hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar. Jika perlu cantumkan pendidikan dari SMU hingga selanjutnya termasuk jika ada pendidikan non formal khusus yang Anda ikuti.

  • Pengalaman Kerja

Bagian ini merupakan bagian yang paling sering diperhatikan oleh perusahaan yang akan merekrut Anda. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Pada bagian ini, rekruiter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang. Oleh karena itu Anda harus menjelaskan secara detail apa yang Anda kerjakan, apa nama perusahaan tempat kerja sebelumnya, posisi pekerjaan Anda, dan pekerjaan yang Anda lakukan sehari-hari (job description).Beberapa informasi ini akan membantu memahami cakupan kerja yang dilakukan, keterampilan yang dimiliki sehingga perusahaan dapat memperkirakan nilai tambah yang Anda miliki sebagai seorang kandidat.

  •  Keterampilan Yang Dimiliki

Dalam CV Anda, ada kalanya Anda perlu menjelaskan keterampilan apa saja yang Anda miliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Sebisa mungkin hindari penulisan keterampilan yang terlalu klise seperti : mampu berkomunikasi dengan baik, mampu bekerja dalam tim, dapat mempelajari hal baru dengan cepat, dll. Penjelasan seperti itu tidak memberikan nilai tambah karena semua kandidat juga akan melakukan hal yang sama. Pada bagian ini Anda dapat menambahkan keterampilan Anda dalam berbahasa, missal lebih dari satu bahasa atau keterampilan dalam menggunakan applikasi-aplikasi computer.

  • Pelatihan / training Yang Pernah Diikuti

Masukkan daftar pelatihan apa saja yang pernah Anda ikuti sebelumnya  untuk memberi gambaran sejauh mana Anda telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki. Hindari untuk memasukkan semua training karena jumlahnya akan sangat panjang. Pilihlah hanya pelatihan yang relevan dan sesuai dengan target pada perusahaan yang dituju.

  • Prestasi

Ini adalah bagian yang penting disamping Pengalaman Kerja yang menjelaskan keunikan sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu. Anda dapat menjelaskan secara singkat prestasi di bidang pekerjaan, pendidikan ataupun dalam bidang kemasyarakatan lainnya. Prestasi di bidang kemasyarakatan atau hal-hal di luar pekerjaan juga menarik bagi seorang rekruter untuk digali lebih jauh.

  • Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan

Anda perlu memberikan sedikit gambaran tentang kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Hal ini akan membantu menunjukkan bahwa Anda dapat membagi waktu dan memiliki wawasan cukup luas, dan tidak hanya sebatas pekerjaan.

Berikut ini adalah contoh CV dalam bentuk PDF :